KODE PROMO WEBSITEJUARA, DISKON 500.000
main-logo
Tim Web Ekspor09 Apr 2026

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus Rekor 6 Miliar Dolar di 2025 Peluang Besar bagi Eksportir

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus Rekor 6 Miliar Dolar di 2025 Peluang Besar bagi Eksportir

Kabar menggembirakan datang dari sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Pada 7 April 2026, Menteri Kelautan dan Perikanan mengumumkan bahwa ekspor perikanan Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai US$6,27 miliar, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pencapaian ini meningkat signifikan dari US$5,9 miliar di tahun 2024 dan menandai tren pertumbuhan yang konsisten di sektor ini.

Bagi pelaku UMKM dan eksportir, angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah sinyal kuat bahwa produk perikanan Indonesia semakin diminati pasar global, dan peluang untuk ikut meraih keuntungan dari momentum ini terbuka lebar. Artikel ini mengulas secara lengkap komoditas unggulan, negara tujuan utama, dan strategi bagi eksportir yang ingin memanfaatkan peluang ini.

Rekor Tertinggi dalam Lima Tahun

Pertumbuhan ekspor perikanan Indonesia bukan fenomena sesaat. Dalam beberapa tahun terakhir, nilainya terus menunjukkan tren naik. Dari angka US$5,9 miliar di 2024, sektor ini berhasil mencatatkan lonjakan menjadi US$6,27 miliar di 2025, atau pertumbuhan sekitar 6,3% year-on-year.

Yang lebih menarik, di kuartal pertama 2026 saja, ekspor perikanan sudah menyentuh angka US$950 juta. Jika tren ini berlanjut, rekor 2025 sangat mungkin kembali terlampaui.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui dua strategi utama: peningkatan produk bernilai tambah (value-added products) dan diversifikasi pasar tujuan ekspor. Artinya, Indonesia tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, tetapi juga mendorong pengolahan produk perikanan yang menghasilkan margin lebih tinggi.

Tren ini sejalan dengan permintaan global yang semakin mengutamakan produk seafood yang sudah diolah, dikemas dengan baik, dan memenuhi standar keamanan pangan internasional.

Komoditas Unggulan yang Mendorong Pertumbuhan

Tidak semua produk perikanan memberikan kontribusi yang sama. Beberapa komoditas menjadi tulang punggung ekspor perikanan Indonesia di 2025.

Udang — Raja Ekspor Perikanan

Udang tetap menjadi komoditas andalan dengan nilai ekspor mencapai US$1,68 miliar atau sekitar 28,2% dari total ekspor perikanan. Indonesia merupakan salah satu produsen udang terbesar di dunia, dengan budidaya vannamei dan udang windu yang tersebar di berbagai provinsi.

Permintaan udang Indonesia tetap kuat di pasar Amerika Serikat, Jepang, dan China. Kualitas dan harga yang kompetitif menjadi keunggulan utama produk udang Indonesia di kancah global.

Tuna, Cakalang, dan Tongkol

Kelompok komoditas ini mencatatkan nilai ekspor US$1,03 miliar, menyumbang sekitar 17,4% dari total. Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen tuna terbesar di dunia berkat posisi geografisnya yang strategis di Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle).

Produk tuna Indonesia diekspor dalam berbagai bentuk, mulai dari tuna segar dan beku hingga tuna kaleng dan loin. Diversifikasi bentuk produk ini membantu menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Cumi-cumi, Sotong, dan Gurita

Segmen ini menjadi salah satu yang tumbuh paling pesat dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan dari pasar Asia Timur dan Eropa Selatan terus meningkat, terutama untuk produk beku berkualitas tinggi.

Produk Perikanan Olahan

Produk olahan seperti surimi, tepung ikan, fish cake, dan makanan beku berbasis seafood juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Produk bernilai tambah ini memberikan margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan ekspor bahan mentah, dan menjadi fokus pengembangan pemerintah ke depan.

Negara Tujuan Utama Ekspor Perikanan

Memahami ke mana produk perikanan Indonesia diekspor adalah kunci bagi eksportir yang ingin menentukan strategi pasar.

Amerika Serikat — Pembeli Terbesar

AS tetap menjadi pasar terbesar dengan nilai impor produk perikanan Indonesia mencapai US$889 juta. Udang dan tuna menjadi produk yang paling banyak diminati. Yang menarik, Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani pada Februari 2026 memberikan perlakuan tarif yang lebih menguntungkan bagi produk perikanan Indonesia ke pasar AS. Ini membuka peluang yang lebih besar bagi eksportir untuk meningkatkan volume pengiriman.

China — Pasar yang Terus Berkembang

China menyerap US$556 juta produk perikanan Indonesia. Dengan populasi yang masif dan kelas menengah yang terus tumbuh, permintaan seafood di China diproyeksikan akan terus meningkat. Produk seperti udang, kepiting, dan ikan beku menjadi favorit pasar ini.

ASEAN — Pasar Terdekat

Negara-negara ASEAN secara kolektif mengimpor US$353 juta produk perikanan Indonesia. Kedekatan geografis dan kemudahan akses melalui kerangka perdagangan ASEAN membuat pasar ini sangat menarik, terutama bagi eksportir pemula yang baru memulai perjalanan ekspor mereka.

Jepang dan Uni Eropa

Jepang mengimpor US$285 juta dan Uni Eropa US$193 juta produk perikanan Indonesia. Kedua pasar ini dikenal memiliki standar kualitas yang sangat tinggi, namun juga menawarkan harga premium bagi produk yang memenuhi persyaratannya.

Jika Anda tertarik memulai ekspor ke berbagai negara, panduan 5 Cara Mengekspor Barang Bagi Pelaku Usaha Pemula bisa membantu Anda memahami langkah-langkah dasar yang diperlukan.

Peluang bagi Eksportir dan UMKM

Pertumbuhan ekspor perikanan ini membuka peluang nyata bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar global. Anda tidak harus menjadi perusahaan besar untuk ikut meraih keuntungan.

Masuk Melalui Produk Olahan

UMKM bisa memulai dengan produk olahan perikanan yang permintaannya terus meningkat di pasar internasional. Beberapa produk yang potensial antara lain kerupuk ikan, abon ikan, frozen seafood, sambal ikan, dan snack berbasis ikan. Produk-produk ini memiliki masa simpan yang lebih panjang dan lebih mudah dikirim ke luar negeri.

Permintaan Global untuk Sustainable Seafood

Tren global menunjukkan bahwa konsumen semakin peduli terhadap seafood yang berkelanjutan (sustainable seafood). Produk yang memiliki sertifikasi keberlanjutan mendapatkan harga premium dan akses pasar yang lebih luas. Ini menjadi peluang bagi produsen Indonesia yang menerapkan praktik perikanan bertanggung jawab.

Sertifikasi yang Dibutuhkan

Untuk menembus pasar ekspor, beberapa sertifikasi penting yang perlu dimiliki:

  • HACCP — standar keamanan pangan yang wajib untuk ekspor seafood ke hampir semua negara
  • Sertifikasi Halal — membuka akses ke pasar Timur Tengah dan negara-negara mayoritas Muslim
  • Sertifikasi Organik — untuk segmen pasar premium yang terus tumbuh
  • MSC/ASC — sertifikasi keberlanjutan yang semakin dihargai oleh buyer internasional

Dukungan Program Pemerintah

Pemerintah Indonesia menyediakan berbagai program untuk mendukung UMKM masuk ke pasar ekspor, termasuk pelatihan, fasilitasi pameran dagang internasional, dan pendampingan sertifikasi. Manfaatkan program-program ini untuk mempercepat kesiapan ekspor bisnis Anda.

Strategi Memanfaatkan Momentum Ekspor Perikanan

Momen pertumbuhan ekspor perikanan ini tidak boleh disia-siakan. Berikut strategi konkret yang bisa Anda terapkan.

Fokus pada Produk Bernilai Tambah

Jangan hanya menjual bahan mentah. Produk olahan memiliki margin 2-3 kali lebih tinggi dibandingkan produk segar. Investasikan pada fasilitas pengolahan, pengemasan yang menarik, dan branding yang kuat untuk meningkatkan nilai jual produk Anda.

Lengkapi Sertifikasi Sejak Dini

Proses sertifikasi membutuhkan waktu. Jangan menunggu sampai ada buyer yang meminta. Siapkan sertifikasi dari sekarang. HACCP adalah prioritas utama, dilanjutkan dengan sertifikasi halal dan sertifikasi keberlanjutan sesuai target pasar Anda.

Diversifikasi Pasar Tujuan

Meskipun AS dan China adalah pasar terbesar, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Eksplorasi pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur yang permintaan seafood-nya terus meningkat dan persaingannya belum seketat di pasar tradisional.

Bangun Kehadiran Digital yang Profesional

Di era digital, buyer internasional akan mencari informasi tentang bisnis Anda secara online sebelum memutuskan untuk menjalin kerjasama. Website profesional yang menampilkan katalog produk, sertifikasi, dan informasi kontak yang lengkap adalah kebutuhan mutlak.

Pelajari 7 Elemen Wajib di Website Ekspor untuk memastikan website Anda memenuhi standar yang diharapkan buyer internasional.

Aktif di Pameran Dagang dan Platform B2B

Ikuti pameran dagang internasional seperti Seafood Expo Global, SIAL, dan pameran yang difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Daftarkan juga bisnis Anda di platform B2B internasional untuk memperluas jangkauan ke buyer potensial di seluruh dunia.

Saatnya UMKM Ambil Bagian

Rekor ekspor perikanan US$6,27 miliar di 2025 adalah bukti nyata bahwa produk perikanan Indonesia memiliki daya saing global yang kuat. Momentum ini membuka pintu lebar bagi UMKM yang siap dan berani mengambil langkah.

Anda tidak perlu menunggu bisnis Anda menjadi besar untuk mulai mengekspor. Mulailah dari produk olahan yang Anda kuasai, lengkapi sertifikasi yang diperlukan, dan pastikan bisnis Anda mudah ditemukan oleh buyer internasional melalui kehadiran digital yang profesional.

Jika Anda belum memiliki website untuk bisnis ekspor, Web Ekspor membantu UMKM dan eksportir Indonesia memiliki website profesional dengan mudah dan terjangkau, mulai dari Rp 1 jutaan per tahun, lengkap dengan domain dan hosting. Bangun kehadiran digital Anda hari ini dan jadilah bagian dari pertumbuhan ekspor perikanan Indonesia.

    contact