KODE PROMO WEBSITEJUARA, DISKON 500.000
main-logo
Tim Web Ekspor14 Apr 2026

Program UMKM BISA Ekspor Cetak Transaksi USD 23,6 Juta di Triwulan I 2026

Program UMKM BISA Ekspor Cetak Transaksi USD 23,6 Juta di Triwulan I 2026

Kabar menggembirakan datang dari Kementerian Perdagangan. Program UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor berhasil membukukan total transaksi USD 23,6 juta atau sekitar Rp 404 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026. Angka ini menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia semakin dilirik pasar global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi pemerintah dalam mendorong UMKM menembus pasar internasional. Bukan sekadar angka, capaian ini juga membuktikan bahwa pelaku usaha kecil dan menengah mampu bersaing di level global jika didampingi dengan benar.


Rincian Transaksi Triwulan I 2026

Dari total USD 23,6 juta, transaksi terbagi menjadi dua komponen utama.

Nota kesepahaman (MoU) senilai USD 19,64 juta. Ini merupakan potensi transaksi yang dihasilkan dari kegiatan business matching, di mana buyer internasional menyatakan komitmen untuk membeli produk UMKM Indonesia dalam periode tertentu.

Purchase order (PO) senilai USD 3,96 juta. Bagian ini merupakan pesanan pembelian yang sudah pasti dan siap dieksekusi. Artinya, produk UMKM sudah dalam tahap pengiriman atau produksi untuk memenuhi permintaan buyer.

Selama periode tersebut, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menyelenggarakan 170 kegiatan business matching yang melibatkan 396 UMKM dengan total partisipasi 528 kali. Satu UMKM bisa mengikuti lebih dari satu sesi, tergantung kesiapan produk dan kecocokan dengan buyer. Data selengkapnya bisa dilihat di situs resmi Ditjen PEN Kemendag.


Sektor Produk yang Paling Diminati

Buyer internasional menunjukkan minat tinggi terhadap beberapa kategori produk UMKM Indonesia.

Olahan boga bahari dan perikanan. Produk seperti kerupuk ikan, abon udang, dan seafood olahan tetap menjadi primadona di pasar Asia dan Timur Tengah. Bagi yang tertarik mendalami sektor ini, baca juga panduan mengoptimalkan peluang ekspor hasil perikanan.

Dekorasi rumah dan furnitur. Produk home decor berbahan rotan, kayu jati, dan bambu diminati buyer dari Eropa dan Amerika. Keunikan desain dan material alami menjadi daya tarik utama.

Rempah-rempah dan produk herbal. Indonesia sebagai penghasil rempah terbesar dunia tidak pernah kehilangan pasar. Kunyit, jahe, dan lada hitam dalam bentuk olahan semakin dicari. Artikel tentang potensi ekspor rempah Indonesia bisa menjadi referensi tambahan.

Kesehatan dan perawatan tubuh. Produk skincare dan body care berbahan alami dari Indonesia mulai mendapat tempat di pasar premium Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Fesyen dan kosmetik. Produk batik kontemporer, tenun, dan kosmetik lokal juga tercatat dalam daftar produk yang berhasil menarik perhatian buyer global.


Jangkauan Pasar Global

Program UMKM BISA Ekspor berhasil menjangkau buyer dari berbagai negara dan kawasan. Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Arab Saudi, dan Kanada menjadi beberapa negara tujuan yang aktif dalam sesi business matching.

Secara kawasan, produk UMKM Indonesia sudah merambah Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Diversifikasi pasar ini penting agar eksportir tidak bergantung pada satu negara tujuan saja, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global yang bisa mengubah kebijakan perdagangan sewaktu-waktu.

Bagi UMKM yang belum tahu cara menemukan buyer dari luar negeri, artikel 7 cara mencari buyer ekspor bisa menjadi panduan awal yang praktis.


Cara UMKM Ikut Program Ini

Bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Daftarkan produk di platform InaExport. Ini adalah marketplace digital milik Kemendag yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer internasional. Pendaftaran gratis dan terbuka untuk semua UMKM.

Kunjungi Export Center di daerah. Kemendag mengoperasikan Export Center di berbagai provinsi yang menyediakan konsultasi ekspor, pelatihan, dan fasilitasi business matching tanpa biaya. Informasi lokasi tersedia di situs Kemendag.

Siapkan dokumen dan sertifikasi. Pastikan produk sudah memiliki izin edar, sertifikasi halal (jika relevan), dan standar keamanan pangan atau produk sesuai pasar tujuan.

Bangun kehadiran digital yang profesional. Buyer internasional melakukan riset online sebelum memutuskan pemasok. Website bisnis berbahasa Inggris dengan katalog produk yang lengkap menjadi nilai tambah yang signifikan. Pelajari selengkapnya tentang elemen wajib di website ekspor agar dilirik buyer internasional.


Kesimpulan

Capaian USD 23,6 juta di triwulan pertama 2026 membuktikan bahwa UMKM Indonesia punya daya saing di pasar global. Program UMKM BISA Ekspor memberikan jembatan yang selama ini dibutuhkan pelaku usaha kecil, dari pendampingan hingga akses langsung ke buyer internasional. Bagi UMKM yang belum pernah mengekspor, ini adalah momentum yang sayang untuk dilewatkan.

Langkah pertama yang bisa Anda ambil sekarang adalah membangun website bisnis yang profesional. Dengan Web Ekspor, Anda bisa punya website ekspor sendiri dengan harga terjangkau dan tanpa perlu kemampuan teknis. Website yang siap membuat buyer internasional percaya pada produk Anda.

    contact